Ingin mewujudkan Kantor Pelayanan Publik di wilayahnya, Wakil Bupati
Jembrana, I Made Kembang Hartawan memboyong beberapa kepala SKPD dan
instansi vertikal-nya untuk belajar pelayanan publik ke Banyuwangi,
Kamis (9/8).
Mereka menghabiskan waktu di Mall Pelayanan Publik Banyuwangi
seharian penuh untuk melihat langsung bagaimana pelayanan publik di sana
berjalan.
Hartawan keliling ke sejumlah layanan, seperti perizinan dan
kependudukan, BPJS, SIM dan lainnya. Saat ini Mall Pelayanan Publik di
Banyuwangi telah melayani 173 jenis dokumen di satu gedung.
"Saya terus terang tertarik dengan Mall Pelayanan Publik. Sebelumnya
saya juga sudah melihat yang di Surabaya, dan Jakarta. Kami ajak
instansi vertikal, hasilnya dari sini akan langsung dirapatkan di
tempat," ujar Hartawan.
Setelah keliling, dia menargetkan bisa mendirikan Mall Pelayanan Publik di Jembrana pada tahun depan.
"Perencanaannya tahun ini penerapannya tahun depan. Dengan jumlah
penduduk lebih sedikit, lahan yang kami punya, SDM cukup, tinggal
bagaimana menggerakkan itu," katanya.
Usai keliling, Hartawan menilai pelayanan publik di Banyuwangi cukup
bagus. "Saya lihat masyarakat tidak ada yang komplain, bisa kami lihat
dari senyum mereka, tidak ada yang marah saat datang," jelasnya.
Hartawan sudah datang ke Banyuwangi sebanyak tiga kali. Kali ini, dia
datang bersama rombongan instansi pemerintahnya dan pejabat vertikal di
daerahnya seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),
kepolisian, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM).
Menurut Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Banyuwangi, Dwi Marhaen Yono, dalam sebulan Banyuwangi bisa
dikunjungi lebih dari 4 kabupaten/kota, pemerintah provinsi maupun
pusat yang ingin studi banding atau benchmarking.
"Minimal dalam sebulan ada 4 daerah atau instansi yang berkunjung
untuk studi ke Banyuwangi. Masing-masing rombongan bisa ada 10-500
orang," ujar Marhaen.
Untuk diketahui, pada 2017, jumlah kunjungan wisatawan domestik ke
Banyuwangi mencapai 4,8 juta. Dimana 39.000 di antaranya merupakan
pengunjung yang ingin belajar ke Banyuwangi. Sementara wisatawan
mancanegara telah mencapai 98.970.
