perjalanan timnas asian games

Posted By MinakjinggoNET on Saturday, September 1, 2018

Timnas U-23 Indonesia tersisih pada babak 16 besar Asian Games 2018. Hasil ini mengulang catatan pasukan Aji Santoso pada Asian Games 2014 di Incheon.  
 
Langkah Timnas U-23 Indonesia terhenti setelah kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab pada pertandingan babak 16 besar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (24/8/2018) sore. Pasukan Luis Milla kalah 3-4 dalam adu tendangan penalti. Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit pertandingan. 

Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia gagal memenuhi target yang dicanangkan. Mereka diharapkan bisa menembus semifinal dari kejuaraan multicabang Asia ini. 
Statistik pertandingan Indonesia kontra Uni Emirat Arab, 24 Agutus 2018.
Statistik pertandingan Indonesia kontra Uni Emirat Arab, 24 Agutus 2018. (Abdurrahman Naufal)
Berikut adalah kiprah Timnas Indonesia pada Asian Games:  
  • Asian Games 1951, New Delhi - Gugur pada laga pertama
Pada gelaran pertama Asian Games ini, Indonesia kandas pada laga perdana setelah kalah 0-3 dari tuan rumah India. Minimnya persiapan dan kondisi persepakbolaan Indonesia yang masih prematur dinilai menjadi alasan utama kegagalan timnas kala itu.
  • Asian Games 1954, Manila - Semifinal
Belajar dari kegagalan di New Delhi, PSSI dan pemerintah melakukan persiapan lebih serius. Pemusatan latihan dimulai satu tahun sebelum Asian Games dimulai. Pelatih Antun Pogacnik ditunjuk. Timnas Indonesia berhasil melaju ke semifinal, sebelum dikalahkan Cina 4-2. 
  • Asian Games 1958, Tokyo - Medali perunggu
Setelah capaian semifinal di Asian Games 1954, persepakbolaan Indonesia mulai disegani di kancah Asia. Julukan Macan Asia pun semakin melekat dengan Indonesia setelah berhasil menyabet medali perunggu di Asian Games 1958.
Indonesia berhasil mengalahkan India 4-1 di pertandingan perebutan medali perunggu. Capaian ini merupakan prestasi terbaik Timnas Indonesia sepanjang sejarah Asian Games.
  • Asian Games 1962, Jakarta - Fase grup
Bertindak sebagai tuan rumah, target Presiden Soekarno untuk cabang sepak bola cukup jelas, medali emas. Memang bukan target yang terlalu delusional, mengingat raihan Indonesia pada dua Asian Games sebelumnya.
Namun, borok persepakbolaan Indonesia yang saat itu dilumuri praktik politik dan perjudian, menyeret 10 pemain timnas terlibat kasus pengaturan skor.
Antun Pogacnik pun terpaksa kehilangan banyak pemain kunci menuju Asian Games 1962 yang saat itu telah di depan mata. Alhasil, Indonesia tersingkir pada babak grup.
  • Asian Games 1966 dan 1970, Bangkok - Fase grup
Mengekor dari kegagalan timnas di Asian Games 1962, Indonesia kembali gagal pada dua edisi Asian Games berikutnya. Minimnya prestasi ini membuat KONI memutuskan untuk tidak mengirim sepak bola ke ajang Asian Games selama 16 tahun. Timnas sepak bola Indonesia pun absen pada tiga edisi Asian Games.
  • Asian Games 1986, Seoul - Semifinal
PSSI yang sempat ditegur Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) karena tidak mengikutsertakan sepak bola pada tiga gelaran Asian Games berturut-turut, kembali mengirim timnas.
Hasilnya sedikit mengejutkan. Indonesia berhasil lolos ke semifinal untuk kali ketiga sebelum akhirnya dikandaskan Korea Selatan 0-4.
  • Asian Games 2006, Doha- Fase grup
Vakum selama 20 tahun karena dianggap tidak memiliki kemampuan bersaing, sepak bola Indonesia kembali ke Asian Games pada 2006. Hasilnya mengecewakan. Indonesia tersisih setelah menjadi juru kunci grup dengan hanya menciptakan satu buah gol.
  • Asian Games 2014, Incheon - Babak 16 besar
Kembali diberangkatkan untuk Asian Games 2014, timnas berhasil lolos ke babak 16 besar setelah berhasil menjadi runner-up grup dengan raihan dua kemenangan. Indonesia bertemu dengan Korea Utara pada babak 16 besar dan akhirnya gugur karena kalah 1-4.
  • Asian Games 2018, Jakarta dan Palembang - Babak 16 besar  
Perjuangan luar biasa ditunjukkan Stefano Lilipaly dkk. Sempat tertinggal dua kali, tetapi Timnas U-23 Indonesia selalu berhasil menyamakan kedudukan. Namun, pada babak adu penalti, dua eksekutor Indonesia gagal sehingga Uni Emirat Arab-lah yang melangkah ke perempat final. 

Source Of: https://lipsus.kompas.com/pestaasia/read/2018/08/24/19073498/kiprah-timnas-indonesia-pada-asian-games-1951-2018
JAKARTA, KOMPAS.com – Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ternyata menyajikan berbagai wisata yang memesona. Mulai dari Gunung Ijen sebagai salah satu ikon wisata di Banyuwangi yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun di balik keindahan alamnya, ternyata wisata kuliner di Banyuwangi pun tak kalah menggiurkan. Banyuwangi yang identik dengan hidangannya yang pedas ternyata menyajikan wisata kuliner yang tentu dicari-cari oleh para wisatawan. (Baca juga : Di Tempat Ini Anda Bisa Pesan Rujak Soto secara Online) Oleh akrena itu, berikut KompasTravel himpun beberapa hidangan yang wajib Anda cicipi saat berlibur ke Kota Banyuwangi : 1. Rujak Soto Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik. (Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali) Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda. Rujak soto. Rujak soto.(AMIE ANDARI) Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal dituangi kuah soto babat sapi yang gurih. Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000. 2. Pecel Rawon Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi. (Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?) Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek kacang Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel dan kuah rawon menjadi pas. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.(Bello.id) Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon. Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi hingga Rp 10.000. 3. Sego Cawuk Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati masyarakat Suku Using. Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan sedikit asam sehingga rasanya pedas segar. Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak pindang. Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp 15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan. Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016). Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 4. Jangan Kesrut Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung, mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat hidangan ini. Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk ini juga makanan khas Banyuwangi. Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang, terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar. Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 5. Nasi Tempong Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit, dan jeruk sambal. Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke Banyuwangi. Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin. Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah, seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong, dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu. Nasi Tempong Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM) Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
JAKARTA, KOMPAS.com – Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ternyata menyajikan berbagai wisata yang memesona. Mulai dari Gunung Ijen sebagai salah satu ikon wisata di Banyuwangi yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun di balik keindahan alamnya, ternyata wisata kuliner di Banyuwangi pun tak kalah menggiurkan. Banyuwangi yang identik dengan hidangannya yang pedas ternyata menyajikan wisata kuliner yang tentu dicari-cari oleh para wisatawan. (Baca juga : Di Tempat Ini Anda Bisa Pesan Rujak Soto secara Online) Oleh akrena itu, berikut KompasTravel himpun beberapa hidangan yang wajib Anda cicipi saat berlibur ke Kota Banyuwangi : 1. Rujak Soto Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik. (Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali) Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda. Rujak soto. Rujak soto.(AMIE ANDARI) Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal dituangi kuah soto babat sapi yang gurih. Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000. 2. Pecel Rawon Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi. (Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?) Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek kacang Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel dan kuah rawon menjadi pas. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.(Bello.id) Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon. Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi hingga Rp 10.000. 3. Sego Cawuk Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati masyarakat Suku Using. Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan sedikit asam sehingga rasanya pedas segar. Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak pindang. Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp 15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan. Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016). Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 4. Jangan Kesrut Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung, mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat hidangan ini. Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk ini juga makanan khas Banyuwangi. Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang, terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar. Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 5. Nasi Tempong Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit, dan jeruk sambal. Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke Banyuwangi. Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin. Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah, seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong, dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu. Nasi Tempong Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM) Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
1. Rujak Soto Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik. (Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali) Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda. Rujak soto. Rujak soto.(AMIE ANDARI) Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal dituangi kuah soto babat sapi yang gurih. Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000. 2. Pecel Rawon Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi. (Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?) Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek kacang Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel dan kuah rawon menjadi pas. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.(Bello.id) Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon. Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi hingga Rp 10.000. 3. Sego Cawuk Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati masyarakat Suku Using. Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan sedikit asam sehingga rasanya pedas segar. Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak pindang. Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp 15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan. Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016). Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 4. Jangan Kesrut Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung, mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat hidangan ini. Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk ini juga makanan khas Banyuwangi. Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang, terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar. Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 5. Nasi Tempong Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit, dan jeruk sambal. Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke Banyuwangi. Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin. Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah, seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong, dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu. Nasi Tempong Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM) Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
1. Rujak Soto Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik. (Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali) Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda. Rujak soto. Rujak soto.(AMIE ANDARI) Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal dituangi kuah soto babat sapi yang gurih. Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000. 2. Pecel Rawon Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi. (Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?) Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek kacang Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel dan kuah rawon menjadi pas. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi. Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.(Bello.id) Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon. Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi hingga Rp 10.000. 3. Sego Cawuk Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati masyarakat Suku Using. Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan sedikit asam sehingga rasanya pedas segar. Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak pindang. Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp 15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan. Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016). Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 4. Jangan Kesrut Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung, mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat hidangan ini. Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk ini juga makanan khas Banyuwangi. Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang, terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar. Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur. Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 5. Nasi Tempong Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit, dan jeruk sambal. Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke Banyuwangi. Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin. Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah, seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong, dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu. Nasi Tempong Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM) Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
Blog, Updated at: September 01, 2018