Timnas U-23 Indonesia tersisih pada babak 16 besar Asian Games 2018.
Hasil ini mengulang catatan pasukan Aji Santoso pada Asian Games 2014 di
Incheon.
Langkah Timnas U-23 Indonesia terhenti setelah kalah adu penalti dari
Uni Emirat Arab pada pertandingan babak 16 besar di Stadion Wibawa
Mukti, Cikarang, Jumat (24/8/2018) sore. Pasukan Luis Milla kalah 3-4 dalam adu tendangan penalti. Adu penalti
dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit
pertandingan.
Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia gagal memenuhi target yang
dicanangkan. Mereka diharapkan bisa menembus semifinal dari kejuaraan
multicabang Asia ini.
Statistik pertandingan Indonesia kontra Uni Emirat Arab, 24 Agutus 2018. (Abdurrahman Naufal)
Berikut adalah kiprah Timnas Indonesia pada Asian Games:
- Asian Games 1951, New Delhi - Gugur pada laga pertama
Pada gelaran pertama Asian Games ini, Indonesia kandas pada laga
perdana setelah kalah 0-3 dari tuan rumah India. Minimnya persiapan dan
kondisi persepakbolaan Indonesia yang masih prematur dinilai menjadi
alasan utama kegagalan timnas kala itu.
- Asian Games 1954, Manila - Semifinal
Belajar dari kegagalan di New Delhi, PSSI dan pemerintah melakukan
persiapan lebih serius. Pemusatan latihan dimulai satu tahun sebelum
Asian Games dimulai. Pelatih Antun Pogacnik ditunjuk. Timnas Indonesia
berhasil melaju ke semifinal, sebelum dikalahkan Cina 4-2.
- Asian Games 1958, Tokyo - Medali perunggu
Setelah capaian semifinal di Asian Games 1954, persepakbolaan
Indonesia mulai disegani di kancah Asia. Julukan Macan Asia pun semakin
melekat dengan Indonesia setelah berhasil menyabet medali perunggu di
Asian Games 1958.
Indonesia berhasil mengalahkan India 4-1 di pertandingan perebutan
medali perunggu. Capaian ini merupakan prestasi terbaik Timnas Indonesia
sepanjang sejarah Asian Games.
- Asian Games 1962, Jakarta - Fase grup
Bertindak sebagai tuan rumah, target Presiden Soekarno untuk cabang
sepak bola cukup jelas, medali emas. Memang bukan target yang terlalu
delusional, mengingat raihan Indonesia pada dua Asian Games sebelumnya.
Namun, borok persepakbolaan Indonesia yang saat itu dilumuri praktik
politik dan perjudian, menyeret 10 pemain timnas terlibat kasus
pengaturan skor.
Antun Pogacnik pun terpaksa kehilangan banyak pemain kunci menuju
Asian Games 1962 yang saat itu telah di depan mata. Alhasil, Indonesia
tersingkir pada babak grup.
- Asian Games 1966 dan 1970, Bangkok - Fase grup
Mengekor dari kegagalan timnas di Asian Games 1962, Indonesia kembali
gagal pada dua edisi Asian Games berikutnya. Minimnya prestasi ini
membuat KONI memutuskan untuk tidak mengirim sepak bola ke ajang Asian
Games selama 16 tahun. Timnas sepak bola Indonesia pun absen pada tiga
edisi Asian Games.
- Asian Games 1986, Seoul - Semifinal
PSSI yang sempat ditegur Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) karena
tidak mengikutsertakan sepak bola pada tiga gelaran Asian Games
berturut-turut, kembali mengirim timnas.
Hasilnya sedikit mengejutkan. Indonesia berhasil lolos ke semifinal
untuk kali ketiga sebelum akhirnya dikandaskan Korea Selatan 0-4.
- Asian Games 2006, Doha- Fase grup
Vakum selama 20 tahun karena dianggap tidak memiliki kemampuan
bersaing, sepak bola Indonesia kembali ke Asian Games pada 2006.
Hasilnya mengecewakan. Indonesia tersisih setelah menjadi juru kunci
grup dengan hanya menciptakan satu buah gol.
- Asian Games 2014, Incheon - Babak 16 besar
Kembali diberangkatkan untuk Asian Games 2014, timnas berhasil lolos ke babak 16 besar setelah berhasil menjadi runner-up grup
dengan raihan dua kemenangan. Indonesia bertemu dengan Korea Utara pada
babak 16 besar dan akhirnya gugur karena kalah 1-4.
- Asian Games 2018, Jakarta dan Palembang - Babak 16 besar
Perjuangan luar biasa ditunjukkan Stefano Lilipaly dkk. Sempat
tertinggal dua kali, tetapi Timnas U-23 Indonesia selalu berhasil
menyamakan kedudukan. Namun, pada babak adu penalti, dua eksekutor
Indonesia gagal sehingga Uni Emirat Arab-lah yang melangkah ke perempat
final.
Source Of: https://lipsus.kompas.com/pestaasia/read/2018/08/24/19073498/kiprah-timnas-indonesia-pada-asian-games-1951-2018
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ternyata menyajikan
berbagai wisata yang memesona. Mulai dari Gunung Ijen sebagai salah satu
ikon wisata di Banyuwangi yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan
lokal maupun mancanegara.
Namun di balik keindahan alamnya, ternyata wisata kuliner di Banyuwangi
pun tak kalah menggiurkan. Banyuwangi yang identik dengan hidangannya
yang pedas ternyata menyajikan wisata kuliner yang tentu dicari-cari
oleh para wisatawan.
(Baca juga : Di Tempat Ini Anda Bisa Pesan Rujak Soto secara Online)
Oleh akrena itu, berikut KompasTravel himpun beberapa hidangan yang
wajib Anda cicipi saat berlibur ke Kota Banyuwangi :
1. Rujak Soto
Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak
atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner
nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak
sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik.
(Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali)
Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan
bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan
pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang
goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda.
Rujak soto.
Rujak soto.(AMIE ANDARI)
Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus
seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe
yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal
dituangi kuah soto babat sapi yang gurih.
Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh
kocek sebesar Rp 10.000.
2. Pecel Rawon
Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah
satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi.
(Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?)
Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel
yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan
sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang
goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek
kacang
Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan
masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah
rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel
dan kuah rawon menjadi pas.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda
cicipi.(Bello.id)
Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika
ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering
menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon.
Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran
hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi
hingga Rp 10.000.
3. Sego Cawuk
Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat
sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini
hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati
masyarakat Suku Using.
Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang
terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur
dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan
sedikit asam sehingga rasanya pedas segar.
Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan
pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak
pindang.
Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya
perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp
15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan.
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
4. Jangan Kesrut
Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung,
mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat
hidangan ini.
Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket
nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk
ini juga makanan khas Banyuwangi.
Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu
daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan
yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang,
terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing
wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar.
Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu
warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang
beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa
Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
5. Nasi Tempong
Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas
Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit,
dan jeruk sambal.
Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat
langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong
ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke
Banyuwangi.
Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang
serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin.
Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah,
seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek
alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong,
dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu.
Nasi Tempong
Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM)
Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring
sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring
aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari
tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif
miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ternyata menyajikan
berbagai wisata yang memesona. Mulai dari Gunung Ijen sebagai salah satu
ikon wisata di Banyuwangi yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan
lokal maupun mancanegara.
Namun di balik keindahan alamnya, ternyata wisata kuliner di Banyuwangi
pun tak kalah menggiurkan. Banyuwangi yang identik dengan hidangannya
yang pedas ternyata menyajikan wisata kuliner yang tentu dicari-cari
oleh para wisatawan.
(Baca juga : Di Tempat Ini Anda Bisa Pesan Rujak Soto secara Online)
Oleh akrena itu, berikut KompasTravel himpun beberapa hidangan yang
wajib Anda cicipi saat berlibur ke Kota Banyuwangi :
1. Rujak Soto
Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak
atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner
nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak
sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik.
(Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali)
Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan
bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan
pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang
goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda.
Rujak soto.
Rujak soto.(AMIE ANDARI)
Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus
seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe
yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal
dituangi kuah soto babat sapi yang gurih.
Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh
kocek sebesar Rp 10.000.
2. Pecel Rawon
Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah
satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi.
(Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?)
Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel
yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan
sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang
goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek
kacang
Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan
masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah
rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel
dan kuah rawon menjadi pas.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda
cicipi.(Bello.id)
Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika
ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering
menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon.
Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran
hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi
hingga Rp 10.000.
3. Sego Cawuk
Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat
sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini
hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati
masyarakat Suku Using.
Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang
terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur
dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan
sedikit asam sehingga rasanya pedas segar.
Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan
pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak
pindang.
Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya
perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp
15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan.
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
4. Jangan Kesrut
Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung,
mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat
hidangan ini.
Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket
nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk
ini juga makanan khas Banyuwangi.
Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu
daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan
yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang,
terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing
wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar.
Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu
warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang
beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa
Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
5. Nasi Tempong
Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas
Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit,
dan jeruk sambal.
Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat
langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong
ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke
Banyuwangi.
Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang
serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin.
Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah,
seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek
alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong,
dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu.
Nasi Tempong
Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM)
Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring
sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring
aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari
tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif
miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
1. Rujak Soto
Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak
atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner
nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak
sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik.
(Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali)
Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan
bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan
pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang
goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda.
Rujak soto.
Rujak soto.(AMIE ANDARI)
Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus
seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe
yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal
dituangi kuah soto babat sapi yang gurih.
Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh
kocek sebesar Rp 10.000.
2. Pecel Rawon
Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah
satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi.
(Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?)
Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel
yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan
sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang
goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek
kacang
Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan
masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah
rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel
dan kuah rawon menjadi pas.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda
cicipi.(Bello.id)
Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika
ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering
menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon.
Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran
hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi
hingga Rp 10.000.
3. Sego Cawuk
Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat
sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini
hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati
masyarakat Suku Using.
Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang
terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur
dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan
sedikit asam sehingga rasanya pedas segar.
Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan
pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak
pindang.
Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya
perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp
15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan.
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
4. Jangan Kesrut
Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung,
mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat
hidangan ini.
Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket
nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk
ini juga makanan khas Banyuwangi.
Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu
daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan
yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang,
terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing
wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar.
Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu
warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang
beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa
Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
5. Nasi Tempong
Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas
Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit,
dan jeruk sambal.
Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat
langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong
ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke
Banyuwangi.
Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang
serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin.
Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah,
seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek
alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong,
dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu.
Nasi Tempong
Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM)
Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring
sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring
aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari
tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif
miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
1. Rujak Soto
Mungkin hidangan yang satu ini berhasil membuat Anda terkecoh. Ini rujak
atau soto? Namun semua terjawab saat Anda mencicipinya. Kuliner
nyentrik asal Banyuwangi ini merupakan hidangan perpaduan antara rujak
sayur dengan soto babat yang menghasilkan cita rasa unik.
(Baca juga : Rujak Kuah Pindang, yang Asin dan Segar di Bali)
Rujak yang digunakan di hidangan ini adalah campuran sayur mayur dengan
bumbu kacang serta petis. Untuk pedasnya, bisa disesuaikan dengan
pesanan dari konsumen. Bumbu kacang dicampur dengan garam, kacang
goreng, gula merah, asam dan juga pisang klutuk (pisang batu) muda.
Rujak soto.
Rujak soto.(AMIE ANDARI)
Setelah bumbu siap tinggal dicampur dengan campuran sayur yang direbus
seperti kangkung, kacang panjang, kubis dan juga potongan tahu dan tempe
yang digoreng. Setelah selesai, rujak diwadahi mangkuk dan tinggal
dituangi kuah soto babat sapi yang gurih.
Bagi Anda yang ingin mencicipi hidangan ini, Anda hanya perlu merogoh
kocek sebesar Rp 10.000.
2. Pecel Rawon
Pedasnya nasi pecel dicampur dengan gurihnya kuah rawon menjadi salah
satu hidangan unik lainnya yang dihadirkan di Banyuwangi.
(Baca juga : Kenapa Soto Lamongan Selalu Ditemani Pecel Lele?)
Jika Anda memesan seporsi pecel rawon, akan datang sepiring nasi pecel
yang berisi sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, dan
sambal pecel, ditambah kuah rawon. Pelengkapnya pun disediakan udang
goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan remukan rempeyek
kacang
Kuah rawon yang kaya dengan rasa rempah dan kaldu berpadu dengan
masidnya guyuran sambal pecel. Rasa manis yang biasanya ada di kuah
rawon tidak terasa dominan. Hal inilah yang justru membuat paduan pecel
dan kuah rawon menjadi pas.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda cicipi.
Pecel Rawon, salah satu makanan khas Banyuwangi yang wajib Anda
cicipi.(Bello.id)
Pecel rawon satu ini tidak dihidangkan dengan daging rawon. Namun jika
ada permintaan, adapun paru yang diiris tipis dan digoreng kering
menjadi pelengkap lauk menyantap pecel rawon.
Untuk menyantap hidangan ini, Anda dapat mendatangi mulai dari restoran
hingga warung-warung kaki lima dengan harga kisaran Rp 5.000 per porsi
hingga Rp 10.000.
3. Sego Cawuk
Sego Cawuk menjadi salah satu makanan khas Banyuwangi yang disantap saat
sarapan. Dengan mudah Anda dapat dengan mudah mencicipi hidangan ini
hampir di seluruh wilayah Banyuwangi khususnya yang masih ditempati
masyarakat Suku Using.
Seporsi Sego Cawuk ini terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang
terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur
dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan
sedikit asam sehingga rasanya pedas segar.
Untuk menambah kelezatan, biasanya hidangan satu ini disantap dengan
pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak
pindang.
Bagi Anda yang tertarik mencicipi hidangan yang satu ini, Anda hanya
perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau yakni Rp 7.000 sampai Rp
15.000 sesuai dengan lauk yang dipesan.
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).
Sego Cawuk, kuliner khas yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan
masyarakat Banyuwangi. Sego Cawuk tampil di Festival Kuliner Banyuwangi,
Jawa Timur, Minggu (10/4/2016).(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
4. Jangan Kesrut
Berwarna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung,
mungkin itu salah satu kesan yang terlintas dipikiran Anda saat melihat
hidangan ini.
Jika Anda memesan satu porsi Jangan Kesrut akan mendapatkan satu paket
nasi, sepotong tempe yang tebal dan garing serta Kala Gepuk. Kala Gepuk
ini juga makanan khas Banyuwangi.
Jarang Kesrut sendiri disediakan dua jenis isian Jangan Kesrut yaitu
daging dan kikil. Untuk kuahnya yang berwarna merah, terbuat dari bahan
yang sederhana yakni cabai besar, cabe rawit, tomat, daun bawang,
terasi, garam, dan gula. Tak lupa yang paling utama yaitu belimbing
wuluh atau belimbing sayur untuk membuat segar.
Tidak banyak warung yang menyediakan menu Jangan Kesrut. Salah satu
warung yang menyediakan Jangan Kesrut ini adalah Warung Olgha yang
beralamat di Jalan DI Panjaitan 49 Lateng, Banyuwangi.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa Timur.
Jangan Kesrut, kuliner langka khas Banyuwangi, Jawa
Timur.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
5. Nasi Tempong
Nasi tempong adalah nasi dengan sambal pedas yang menggigit khas
Banyuwangi dengan paduan rasa segar tomat ranti, terasi, cabai rawit,
dan jeruk sambal.
Hidangan ini disajikan dengan sambalnya yang selalu segar karena dibuat
langsung begitu kita memesan makanan. Meski dikenal pedas, nasi tempong
ini menjadi salah satu kuliner yang diincar saat wisatawan mampir ke
Banyuwangi.
Nasi tempong biasanya disajikan hangat, dengan paket lauk gorengan yang
serba gurih, seperti tempe, tahu, perkedel jagung, dan ikan asin.
Biasanya penjual juga menyediakan lauk opsional yang bisa ditambah,
seperti telur dadar, cumi asin, ayam goreng, ikan laut, hingga rempeyek
alias iwak peyek. Sayur rebus, seperti labu siam, genjer, bayam, terong,
dan kemangi, pun melengkapi hidangan rakyat itu.
Nasi Tempong
Nasi Tempong(KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM)
Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring
sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring
aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari
tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif
miring, hanya Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini", https://travel.kompas.com/read/2017/10/27/081700927/mampir-ke-banyuwangi-wajib-cicipi-5-kuliner-ini.
Penulis : WIENDA PUTRI NOVIANTY