BANYUWANGI – Kantor pemkab dan pendopo Kabupaten Banyuwangi hari
ini, Rabu (8/8) kedatangan 29 mahasiswa dan dosen dari Korea Selatan
yang berkunjung khusus untuk mengenal lebih dekat tentang Banyuwangi dan
pusat pemerintahannya.
Di kantor pemkab, mereka mengunjungi Lounge Pelayanan Publik dan
mengakses informasi tentang Banyuwangi dari deretan touch screen yang
ada, di samping juga menikmati jajanan khas Banyuwangi yang tersedia.
Kunjungan berlanjut ke Mall Pelayanan Publik yang merupakan one stop
service pengurusan berbagai layanan publik. Sedangkan di pendopo
kabupaten, mereka tak melewatkan untuk mengeksplore guest house, rumah
Osing, sumur Sri Tanjung dan areal sekitar pendopo.
Salah satu peserta, Joo Shin terlihat bersemangat berada di
tempat-tempat yang dia datangi. Sesekali dia terlihat berfoto bersama
dengan kawan-kawannya di beberapa spot yang mereka anggap menarik.
“Semua spot tidak ada yang jelek. Semuanya sayang untuk dilewatkan,”
kata Joo Shin.
Joo Shin mengaku sangat menikmati program ini. “Saya bukan hanya
senang karena bisa mengikuti program ini, tapi juga karena bertemu
dengan orang-orang Banyuwangi dan kawan-kawan baru yang menyenangkan. Di
sini kita banyak belajar bersama,” ujar mahasiswa semester 5 Handong
Global University, jurusan Mechanical and Control Engineering ini.
Joo Shin mengaku awalnya merasa kuatir bergabung dengan kegiatan ini.
“Ini pengalaman yang benar-benar baru. Saya belum pernah pergi ke luar
negeri. Apalagi kita beda bahasa, sehingga saya kuatir tidak bisa
mengekspresikan diri. Padahal saya senang bertemu dengan orang-orang
baru,” ujar Joo Shin yang mahir berbahasa Inggris dan termasuk yang
paling cepat beradaptasi.
Joo Shin berharap bisa mendapatkan pengalaman baru dengan mengikuti
program ini. Termasuk ketika dia bersama timnya membantu pengrajin batik
membuat lightning desk atau meja berlampu untuk memudahkan mereka
membuat motif batik yang sesuai keinginan.
“Senang bisa ikut membantu mereka dengan alat ini. Tapi sungguh pun
demikian saya berharap, para pelaku UMKM ini tak bergantung sepenuhnya
pada alat atau mesin. Mesin itu bagus, tetapi mesin juga bisa jadi
hambatan bagi pengembangan tradisi. Oleh karenanya tetap perlu me-manage
agar tetap seimbang. Indonesia bisa jadi model bagi tempat lain. Banyak
negara yang kehilangan jati dirinya karena jauh dari tradisi. Semoga
Indonesia bisa terus menjaga tradisinya,” ujar Joo Shin.
Tak jauh berbeda dengan Joo Shin. Mahasiswa Universitas Telkom
Bandung, Fauzan Al-Maghribi mengaku mendapat banyak pengalaman dengan
mengikuti kegiatan ini.
“Saya pernah ikut program serupa, tapi pesertanya orang Indonesia
semua. Nah, dengan berkolaborasi dengan warga asing seperti ini, saya
jadi belajar bagaimana kita tidak berpikir pada satu sudut pandang saja.
Melainkan berusaha memahami bagaimana kawan-kawan dari Korea ini dalam
memecahkan masalah. Jadi saya melihat program ini lebih kayak
menggabungkan budaya, cara berpikir dan cara bekerja antara orang
Indonesia dan Korea,” urai Fauzan.
Dijadwalkan berada di Banyuwangi mulai 30 Juli hingga 11 Agustus
2018, praktis hingga hari ini, telah 10 hari mereka menghabiskan waktu
di Banyuwangi. Mereka berbagi ilmu pada 4 kelompok UMKM, antara lain
UMKM kerajinan kreatif bambu Desa Gintangan, UMKM makanan olahan khas di
Desa Lemahbang Dewo, UMKM batik di Desa Pakistaji dan UMKM kopi Desa
Gombengsari.
Para mahasiswa ini terjun langsung ke UMKM untuk sharing dan menggali
permasalahan, menemukan solusi dan mengimplementasikannya dalam karya
inovatif. Dan apa yang mereka buat tersebut dimaksudkan untuk memberikan
nilai tambah pada UMKM, baik lewat pengembangan teknologi pengolahan,
branding maupun pemasarannya.
Menariknya, para mahasiswa asing ini juga berkolaborasi dengan
mahasiswa lain asal Indonesia, seperti Politeknik Elektronika Negeri
Surabaya (PENS), Telkom University Bandung, Politeknik Negeri Banyuwangi
(Poliwangi) dan Universitas Airlangga Surabaya.
Rombongan sempat bertemu dan berfoto bersama dengan Bupati Anas usai
meresmikan Hotel Dialoog, hotel baru yang ada di kawasan Kecamatan
Kalipuro Banyuwangi. (*)
Home» berita» event banyuwangi» kunjungan» mahasiswa» pemerintah» Kenali Banyuwangi dan Pusat Pemerintahannya, 29 Mahasiswa dan Dosen Korea Kunjungi Kantor Pemkab dan Pendopo
Kenali Banyuwangi dan Pusat Pemerintahannya, 29 Mahasiswa dan Dosen Korea Kunjungi Kantor Pemkab dan Pendopo
Posted By MinakjinggoNET on Wednesday, August 8, 2018
Blog, Updated at: August 08, 2018
